GOWA, JENEPONTO, TAKALAR, MAROS, PANGKEP

Listrik Asrama Hipermata Terancam Disegel

TAKALAR, BKM--Dua asrama himpunan pelajar dan mahasisiswa Takalar (Hipermata) berlokasi di dua tempat berbeda masing- masing di Jalan Bontomene dan Jalan Ince Dg Ngoyo Makassar,terancam akan disegel oleh pihak perusahaan listrik Negara (PLN). Itu terjadi lantaran tunggakan listrik yang sudah memasuki bulan ketiga.
Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, tunggakan listrik tersebut terungkap saat PLN melayangkan surat pemberitahuan tunggakan sebesar Rp 8 juta untuk dua asrama Hipermata kepada pihak pengelola.
''Saya sendiri baru tahu ada tunggakan listrik senilai Rp 8 juta. Pihak PLN melayangkan surat pemberitahuanakepada kami," kata Ketua Hipermata,  Yunus Nyampa, Rabu (22/5) siang.
Yunus sangat menyayangkan ada rencana pemutusan listrik  oleh pihak  PLN. Sebelumnya, asrama di dua tempat berbeda di Makassar ini tidak pernah mengalami hal  serupa.
" Kami hanya bisa berharap agar duet kepemimpinan bupati dan wakil Bupati Takalar mampu memberi angin segar dalam dunia pendidikan,karena tanpa ada dukungan dari pemerintah, harapan kami tinggal angan angan," tukasnya.
Sekkab Takalar,Ir H Nirwan Nasrullah yang dikonfirmasi terkait tunggakan listrik asrama mahasiswa mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pembayaran. Masalah ini, kata dia, sudah dikoordinasikan dengan bupati.
"Insya Allah dalam waktu dekat bupati yang akan membayar tunggakan listrik,'' kata dia. (ira/cha/B)

 

Terdakwa Korupsi Sorot Penyidik

TAKALAR, BKM--Kasus proyek pemecah ombak di Pantai Lamangkia, Desa Topejawa, Takalar  yang menyeret 11 tersangka,  kembali  menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (20/5).
11 tersangka yang diadili masing-masing  pejabat pembuat komitmen (PPK), tujuh panitia tender serta tiga konsultan perencana.
PPK Proyek, Abdul Zaman ST mengatakan, dalam proses persidanganm dia dan  10 tersangka lainnya didakwa melanggar Pepres Nomor 85 Tahun 2006 dan Pepres Nomor 95 Tahun 2007.
"Dalam proses persidangan ada kalimat yang dihilangkan JPU dalam menerapkan kedua Pepres tersebut pada kami. Kalimat itu adalah tidak menggunakan data dasar, inilah yang menjadi pertanyaan kami,karena dalam Pepres tidak ada satu pun kalimat yang harus dikurangi atau ditambah,kapan ada kalimat yang dikurangi atau ditambah jelas akan memberatkan tersangka," kata Abdul Zaman ST, Senin (20/5).
Pertanyaan serupa juga datang dari Konsultan Perencana dan pengawas. Meski mengaku legowo menerima apapun hasil keputusan pengadilan, namun mereka berharap jaksa penuntut umum (JPU) bisa meninjau kembali kasus yang menimpa dirinya.
"Selaku Konsultan Perencana saya hanya diberi kewenangan membuat gambar kegiatan untuk selanjutnya diserahkan ke pemerintah yang bertindak sebagai pemberi kegiatan pada pihak rekanan," kata Bahtiar Abbas BAE, Direktur CV Tenrisau Konsultan Bahtiar menilai, supremasi penegakan hukum di daerah ini hanyalah sebatas slogan. Menurutnya, pihak pelaksana kegiatan yang sudah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebesar 1,5 miliar  hingga saat ini,belum tersentuh proses hukum. "Herannya, karena pihak rekanan yang sudah jelas menikmati keuntungan dari kasus ini belum pernah disentuh hukum," tanya Bahtiar.
Empat perusahaan yang terlibat dalam proyek pemecah ombak pantai Lamangkia tahun 2009 masing-masing Direktur PT Tiga Bintang Griya Sarana, PT. Te'ne Jaya, PT. Bungung Tallua dan PT Harfiah Graha Perkasa.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Takalar, Tuwo, SH  tidak memberikan keterangan rinci terkait proses persidangan kasus proyek pemecah ombak (Break Water) Lamangkia. Menurutnya, kasus itu penyidikannya dilakukan pihak Polda Sulsel dan diteliti oleh Kajati Sulsel. "Kami hanya menerima hasil olahan polda dengan kejati," tandas Tuwo. (ira/cha/B)

   

Warga Bontomarannu Tewas Tergantung di Gudang

GOWA, BKM--Francisco Liem Sulfat (38) ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tergantung di gudang air minum yang belum selesai dibangun di Jalan Borong Sapiria, Dusun Borongkaluku, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu.
Pria  yang dikenal  sebagai karyawan swasta tersebut diketahui warga bertempat tinggal di dekat lokasi kejadian. Korban diduga tewas bunuh diri, Sabtu (18/5) sekira pukul 13.00 Wita. Hanya saja pihak Kepolisian yang turun ke lokasi kejadian  belum memastikan motif dari peristiwa tersebut.
Kapolres Gowa, AKBP Lafri Prasetyo melalui Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Andry Lilikay, Minggu (19/5) siang mengatakan, hingga saat ini petugas belum bisa memberi kesimpulan tentang sebab tewasnya Franscisco.
''Motifnya masih dalam penyelidikan. Jasad korban masih di RS Bhayangkara. Otopsi tidak dilakukan pihak rumah sakit karena penolakan dari pihak keluarga korban dan penolakan itu sudah dibuatkan berita acara oleh petugas Polsek Bontomarannu,'' katanya.
Terkait tewasnya Fransisco sejumlah warga mulai berprasangka. Ada yang menduga jika Franscisco bunuh diri dengan gantung diri ada juga yang berkesimpulan korban tewas karena ada unsur lainnya. Namun pada akhirnya, menurut masyarakat sekitar semuanya diserahkan kepada pihak berwajib untuk mengungkap motif kematian korban. (sar/cha/B)

   

Kontrakan Diduga Jadi Tempat Mesum

TAKALAR, BKM--Keberadaan rumah kontrakan yang terletak di Jalan Pallantikan, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang diduga dijadikan tempat mesum. Selain tempat mesum, rumah kontarkan tersebut juga  disebut sering dijadikan tempat bermain judi.
H. Ali, salah seorang warga mengaku resah dengan kehadiran puluhan perempuan setengah baya serta anak baru gede (ABG). Ali mengatakan, sejak rumah kontrakan dihuni oleh perempuan tidak dikenal, puluhan laki laki kerap datang setiap malam.
"Kami tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi seperti itu. Setiap malam, banyak laki-laki tak dikenal datang ke rumah kontrakan itu. Warga resah dan sangat terganggu,'' kata Ali, Jumat (17/5).
Beberapa waktu lalu, rumah kontrakan tersebut pernah digerebek oleh pihak berwajib. Namun aktivitas di rumah kontrakan itu tetap tidak berubah.
"Pemerintah sebaiknya mengambil tindakan tegas. Ini sudah sangat meresahkan serta mencemarkan nama baik wilayah kami,'' katanya.
Daeng Baji disebut sebut sebagai pihak pengelola rumah kontrakan. Saat ditemui BKM, Daeng Baji mengatakan,  laki-laki itu  sebagai tamu, karena rumah kontrakan  dihuni oleh beberapa orang dari luar wilayah Kecamatan Pattallassang. ''Kedatangan mereka tidak ada niat lain selain bertamu," tampik Daeng Baji
Sementara itu,  Lurah Pattallassang, Muhammad Aswad yang dikonfirmasi via telepon berjanji akan melakukan tindakan tegas jika apa yang ditudingkan warga benar. ''Kalau memang rumah kontrakan itu dijadikan ajang mesum dan ada bukti. Ini sangat mencederai nama baik masyarakat Pattallassang,"ujar Muhammad Aswad. (ira/cha/B)

   

Pria Tanpa Identitas Bunuh Diri di Sungai

MAROS, BKM--Sosok mayat tanpa identitas ditemukan di Sungai Maros, Rabu (15/5) malam. Dg Mare' (70), saksi mata di lokasi kejadian mengatakan,  sekitar pukul 10.00 Wita, korban sempat berlari dari jembatan menuju tepi sungai.
Korban kemudian  melompat ke Sungai Maros. Dg Ma're yang melihat kejadian itu sontak memanggil warga dan melapor ke Polsek Turikale.
Aparat kepolisian dengan cepat turun ke lokasi kejadian bersama Tim Basarnas, Kabupaten Maros. Setelah menyisir tiga jam, jasad korban akhirnya  ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Turikale, Iptu Pacong, mengatakan, korban meninggal karena tenggelam. "Itu dugaan sementara. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan," tukasnya.
Dia menjelaskan, korban menggunakan kaos hijau tua, celana biru dan baju dalam putih.
Hasil pemeriksaan luar, diperkirakan usia korban sekitar 50 Tahun.
Polisi kesulitan menemukan identitas korban.
"Kami kesulitan mencari identitas korban, karena tidak ada tanda pengenal dan tidak ada masyarakat di sekitar TKP yang mengenal korban. Kami berharap masyarakat ikut mencari tahu identitas korban," tukasnya.(Ari/cha/B)

   

Halaman 1 dari 5

hub 081241000553 untuk pemasangan banner

kunjungi : www.rovindo.com

pusat komputer terkini dapatkan dengan harga murah untuk speksifikasi yang tidak terdapat di rovindo bisa hub 081241000553 untuk perbandingan terimakasih

Login / Registrasi






Forgot login?
Register