- Beckham Gantung Sepatu
- "PPP Target Dua Besar di Sulsel"
- Gratifikasi, Agus As Tersangka
- "Rujuk" dengan Ilham atau Legawa Mundur
- BBJN akan Bongkar 620 Reklame di Makassar
- Populasi Rakyat Belum Tertangani Serius
- Adu Tajam Ronaldo-Falcao
- Mahasiswa UNM Divonis Seumur Hidup
- Ngotot Maju, Golkar tak Takut Pecat Aru-Haris YL
- "Nda Usah Mundur, Cukup Perbaiki Kinerja"
Fokus Hadapi Kompetisi
Fokus Hadapi Kompetisi
MAKASSAR, BKM -- Manajemen PSM tak mau terjebak pada hiruk pikuk ancaman sanksi FIFA terkait dualisme kongres yang digelar di dua tempat berbeda, Senin (10/12) kemarin.
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI digelar di lobi lantai 3 Hotel Aquarius Palangkaraya dan dihadiri perwakilan FIFA dan AFC sedangkan kongres biasa KPSI dilaksanakan di Hotel Sultan Jakarta.
Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina kepada BKM, Selasa (11/12) menjelaskan PSM tetap fokus mempersiapkan tim menghadapi kompetisi musim depan. Hingga sejauh ini, persiapan tim terus dilakukan dibawa kendali coach Petar Segrt.
Wina menambahkan pihaknya tak ingin terjebak pada persoalan dualisme kongres. Pihaknya yakin PSSI tak akan mendapat sanksi sebab landasan pelaksanaan kongres sudah sesuai statuta FIFA.
''Saya kira bukan cuma PSM tapi anggota PSSI yang lain juga begitu. Tak akan terjebak pada konflik PSSI dan KPSI,'' tambahnya.
Pihaknya juga menyesalkan sikap Plt Menpora Agung Laksono yang tak mengizinkan PSSI menggelar KLB. Padahal KLB sudah sesuai dengan statuta FIFA dan peserta juga telah dilakukan verifikasi sesuai dengan hasil kongres Solo.
''Pemerintah mestinya mengambil sikap netral dan strategis membantu PSSI menyelesaikan konflik yang terjadi bukan malah melarang PSSI menggelar kongres,'' tegasnya.
Sementara pengamat sepakbola Makassar Arifuddin Usman menilai langkah PSSI menggelar KLB sudah tepat. Apalagi dasar pelaksanaannya sudah sesuai dengan statuta FIFA. Klub juga tidak perlu resah sebab langkah yang diambil PSSI sudah tepat.
''Saya kira FIFA dan AFC tak gegabah menjatuhkan sanksi. Apalagi perwakilan mereka hadir langsung di arena kongres,'' tukas Arifuddin yang juga Dekan FIK UNM ini kemarin. (man/ila/B)





