- Agus Sebut Rp 750 Juta Sedekah
- DPRD Desak Dicopot Ilham Masih Pikir-pikir
- Roem: None Gembosi Golkar
- PNPM Bisakah Atasi Kemiskinan di Masa Depan?
- Polda Ancam Jemput Paksa Ibrahim Rewa
- PAN Bulat Usung None-Busrah
- "Anggota Dewan Malas"
- Pemkot Kehilangan Rp 10 M
- Tevez Merapat ke "Nyonya Tua"
- Mantap Bawa Turatea jadi Daerah Inovatif
Butuh Itikad Baik Pemerintah
Butuh Itikad Baik Pemerintah
MAKASSAR, BKM -- Kemelut yang melanda sepakbola Indonesia mengundang perhatian banyak pihak. Tak terkecuali dari kalangan pengamat, mantan pemain dan pemerhati sepakbola nasional.
Pengamat sepakbola nasional yang juga mantan kapten PSM Sumirlan, Kamis (13/12) mengatakan
bola panas sebenarnya ada pada pemerintah. Kalau pemerintah tegas dan tak memberikan izin kepada
pengelola kompetisi di luar federasi maka masalah ini akan langsung selesai.
Tapi yang terjadi selama ini pemerintah selalu berlindung dibalik 'netral' dan tetap membiarkan kompetisi berjalan meski menyalagi UU Siornas yang telah diundangkan pemerintah.
''Kuncinya bagi saya adalah sikap pemerintah. Kompetisi dalam bentuk apapun tak boleh digelar tanpa ada rekomendasi PSSI selaku perpanjangan tangan AFC dan FIFA. Kalau ini dijalankan masalah selesai,'' ujarnya kemarin.
Mantan Manajer Persim Maros ini menilai Task Force bentukan pemerintah bukan menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah baru.
"Kalau pemerintah tahu permasalahannya, mendengar dan memperhatikan masalah ini. Satu saja, bahwa sepakbola harusnya diurus oleh PSSI,''tambahnya, Kamis (13/12).
Sementara pemerhati sepakbola Sulsel Arifuddin Usman mengatakan persoalan sepakbola nasional makin parah. KPSI yang menyebut dirinya penyelamat sepakbola mestinya duduk satu meja dengan PSSI agar kisruh bisa mendapat titik temu.
Sikap netral pemerintah kata dia harus tetap mengacu pada UU Siornas dimana penyelenggaraan kompetisi harus dibawa federasi yang berafiliasi dengan FIFA dan AFC. ''Kalau ada kompetisi tanpa izin dari PSSI sebaiknya jangan diberi izin. Ini sebenarnya butuh itikad baik pemerintah jika persoalan ini segera berakhir,'' tukasnya.
Pemerintah melalui Plt Menpora Agung Laksono membentuk Task Force dengan tujuan menuntaskan kisruh sepakbola Indonesia. Task Force tersebut diketuai Rita Subowo, dan Tono Suratman, Agum Gumelar, Deputi Bidang Pembinaan dan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik, dan Sekretaris Kemenpora Yuli Mumpuni (anggota). (man/ila/B)





