PKS Maksimal Potensi Kader Militan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan perolehan suara pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) untuk wilayah Sulsel sebesar 15 persen dalam pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel 2013 mendatang.
Target tersebut disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Asriady Samad kepada BKM, Jumat (28/12). 
Menurut Asriadi, asumsi target suara 15 persen itu berdasarkan perolehan suara PKS dalam pemilihan legislatif (pileg) di Sulsel 2009 lalu. Target ini bisa ditingkatkan dengan potensi kader militan PKS di 24 kabupaten/kota.
"Kalau PKS minimal suaranya di Pemilu 2009 solid bisa ke IA, tapi degan potensi yang kita miliki, yaitu kader militan dan lengkapnya struktur sampai ke tingkat desa, maka target kami antara 10 persen hingga 15 persen suara buat IA bisa kami raih.
Tentunya, jelas dia, pihaknya akan memaksimalkan potensi-potensi yang ada, yaitu kader militan di daerah masing-masing untuk mengawasi proses pemilihan suara di tingkat TPS, sehingga dapat mengurangi pontensi jekkong.
Asriadi menjelaskan, dasar PKS mendukung pasangan IA karena dianggap sebagai representasi umat, khusus masyarakat Sulsel. IA menjadi pasangan yang nasionalis dan relejius, berpengalaman dan mempunyai integritas yang tinggi dan cinta terhadap keluarga.
Menanggapi dinamika politik, menurut Asriady, sejauh ini tensi politik semakin tinggi. Namun sampai sekarang masih dalam batas toleransi sehingga dinamika yang terjadi menjadi pembelajaran politik bagi masyarakat sulsel.
"Pilgub kali ini masih dalam batas yang wajar, ketiga kandidat yang ada masih mengendepankan persaudara dan menjaga hubungan silaturahim satu sama lain, dan saya kira meraka sudah melakukanx sehingga sampai hari ini tahapan Pilgub masih dalam keadaan kondusif," kata Legislator DPRD Makassar itu.
Selain menanggapi dinamika politik pilgub yang cenderung mulai meningkat, Asriady juga menanggapi pengaruh politik uang yang bisa berpotensi dalam meraup suara pemilih. Namun, menurut dia, dari berbagai survei, termasuk survei internal yang dilakukan PKK, suara mengambang sudah di bawah 10 persen, maka sistem politik uang tidak efektif dan tidak efesien atau tidak terlalu mempengaruhi pemilih.
"Suara mengambang bisa dipastikan di bawah 10 persen. Asumsi ini saya kira mengurangi pengaruh pemilih jika kandidat melakukan sistem politik uang. Pembelajara politik yang baik untuk masyarakat agar betul-betul memilih calon gubernur yang punya kontrak poltik jangka panjang. Seperti halnya yang dilakukan pasangan IA degan memberikan kartu semangat baru (program 9 bebas untuk kebutuhan dasar masyarakat," tambahnya. (ril/ams/b)

Share

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner

kunjungi : www.rovindo.com

pusat komputer terkini dapatkan dengan harga murah untuk speksifikasi yang tidak terdapat di rovindo bisa hub 081241000553 untuk perbandingan terimakasih

Login / Registrasi






Forgot login?
Register