- Beckham Gantung Sepatu
- "PPP Target Dua Besar di Sulsel"
- Gratifikasi, Agus As Tersangka
- "Rujuk" dengan Ilham atau Legawa Mundur
- BBJN akan Bongkar 620 Reklame di Makassar
- Populasi Rakyat Belum Tertangani Serius
- Adu Tajam Ronaldo-Falcao
- Mahasiswa UNM Divonis Seumur Hidup
- Ngotot Maju, Golkar tak Takut Pecat Aru-Haris YL
- "Nda Usah Mundur, Cukup Perbaiki Kinerja"
Jalan Rusak, Pedagang Rugi
Jalan Rusak, Pedagang Rugi
MAMASA, BKM -- Kerusakan parah yang terjadi di ruas jalan poros Kabupaten Mamasa-Polewali Mandar telah berdampak besar terhadap banyak aktivitas. Salah satunya di sektor pedagangan.
Neny, salah seorang penjual ikan kering yang sehari-harinya berjualan di Pasar Mamasa mengeluhkan kondisi jalan poros yang semakin parah. Jika tahun-tahun sebelumnya perjalanan dari Polewali ke Mamasa bisa ditempuh 5 jam, sekarang lebih lama hingga 9 jam.
''Kalau kemarin-kemarin kita bisa berkeliling dari kecamatan ke kecamatan menjual ikan, sekarang sudah tidak lagi. Karena hampir seluruh infrastruktur jalan, baik yang akan ke kabupaten dan kecamatan di Mamasa sulit dijangkau kendaraan roda empat,'' tutur Neny.
Akibatnya, Neny hanya berjualan di dalam kota Mamasa yang penuh persaingan. Karena hampir semua penjual ikan kering berjualan di pasar akibat sulitnya akses transportasi ke wilayah pelosok.
Keluhan senada dilontarkan Firdaus, seorang pedagang ayam potong asal Sidrap. Dulunya, dalam seminggu ia biasanya 4 kali ke Sidrap untuk mengambil stok ayam potong untuk kemudian dijual di Mamasa. Namun sekarang sisa 2 kali saja.
''Kerusakan jalan sudah sangat parah. Ada-ada saja kerusakan mobil. Ini merugikan kita. Sementara keuntungan dari berjualan ayam sangat tipis. Belum lagi kalau ada ayam yang mati karena tidak bisa beradaptasi dengan kondisi dingin di Mamasa,'' terangnya.
Baik Neny maupun Firdaus berharap ada perhatian untuk memperbaiki jalanan yang rusak saat ini. Jalanan yang baik akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Mamasa. (dar/rus/c)





