- Agus Sebut Rp 750 Juta Sedekah
- DPRD Desak Dicopot Ilham Masih Pikir-pikir
- Roem: None Gembosi Golkar
- PNPM Bisakah Atasi Kemiskinan di Masa Depan?
- Polda Ancam Jemput Paksa Ibrahim Rewa
- PAN Bulat Usung None-Busrah
- "Anggota Dewan Malas"
- Pemkot Kehilangan Rp 10 M
- Tevez Merapat ke "Nyonya Tua"
- Mantap Bawa Turatea jadi Daerah Inovatif
"Pendidikan Jeneponto Menuju Terbaik di Sulsel"
"Pendidikan Jeneponto Menuju Terbaik di Sulsel"
JENEPONTO BKM -- Pendidikan menentukan perjalanan sebuah bangsa. Bangsa yang pendidikannya maju, masyarakatnya akan maju. Bangsa yang pendidikannya tertinggal, maka peradaban masyarakatnya juga akan mundur.
Filosofi ini mengilhami Kabupaten Jeneponto melakukan pelbagai terobosan di dunia pendidikan. Dalam lima tahun sektor pendidikan menjadi sebagai skala prioritas. Perbaikan mutu, peningkatan infrastruktur, berjalan dalam satu program yang simultan.
"Sektor pendidikan adalah skala prioritas. Kami percaya perbaikan di sektor ini menentukan masa depan. Sekarang kita dalam misi yang kuat menjadikan pendidikan Jeneponto sebagai yang terbaik di Sulsel," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Jeneponto H Ashari Fakhsirie Radjamilo Kr Raja, Selasa (6/11).
Untuk mewujudkan misi ini, Ashari sadar bukanlah pekerjaan mudah. Butuh dukungan perangkat pendidikan, infrastruktur, dan anggaran. Tetapi yang paling penting kata dia adalah political will.
Menurutnya, seluruh perangkat pendidikan harus memiliki komitmen. Satu visi menjadikan sektor ini sebagai pilar penting membangun masa depan daerah. "Kita sudah memulai semua itu. Jeneponto dalam beberapa tahun bukan saja membuat terobosan mutu, tetapi juga melakukan kebut pada infrastruktur secara berkesinambungan," paparnya.
Ashari menjelaskan, berbagai program yang dilaksanakan antara lain pemerataan dan perluasan akses pendidikan dengan meningkatkan sarana prasana di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ini salah satu poin penting. Dengan pemerataan akses pendidikan, seluruh pelosok di daerah telah terjangkau oleh sarana pendidikan dasar.
Bukan itu saja, pengembangan standar pelayanan minimal, maupun peningkatan fasilitas pelayanan mampu dicapai. Hingga saat ini telah dibangun 289 sekolah dasar (SD) dan 65 sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 11 kecamatan dan 113 kelurahan/desa.
Menurut Ashar, bila dibagi rata, hampir 3 SD di setiap desa dan kelurahan. Begitupun untuk tingkat SMP, jika dibagi, maka asumsinya ada 6 SMP di setiap kecamatan.
"Ini menunjukkan bagaimana keseriusan Pemerintah Jeneponto melakukan pemerataan sarana pendidikan hingga ke pelosok. Agar tidak boleh lagi ada yang tidak bersekolah. Dengan ditunjang pendidikan gratis, kita akan merasakan dampaknya di masa depan," jelas Ashari.
Selanjutnya, mendorong peningkatan kualitas pendidikan di semua jenjang, dengan meluncurkan program Pattabba (unggulan). Kebijakan lokal pemerintah daerah ini diawali dengan pendirian SMP /SMA Negeri Khusus (Unggulan) sejak tahun 2007.
Dampaknya pun sudah diraskan sekarang ini. Jeneponto berhasil meraih penghargaan di berbagai level, baik di tingkat Sulsel maupun nasional. Baru baru ini dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-84, SMA Khusus (Unggulan) menyapu bersih Kuis Rangking 1.
Jeneponto membuktikan mampu mengangkat derajat pendidikannya. Mutu luaran SMA terbukti terserap di sejumlah perguruan tinggi negeri favorit, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
"Ini lagi-lagi membuktikan keseriusan kita membina sekolah agar anak didik berhasil baik dan bermutu dan bisa diandalkan untuk menyongsong masa depannya," terang Ashari.
Tak hanya itu, pada tahun 2010 pemkab juga melakukan penandatanganan MoU dengan lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan. MoU ini menyepakati untuk menjadikan SMP/SMA Negeri Khusus (Unggulan) sebagai sekolah binaan
Secara berturut-turut pada tahun 2009, Jeneponto juga mendirikan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional tingkat SD dan RSBI tingkat SMP mulai tahun 2010. Kedua terobosan ini juga diikuti oleh pengembangan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tiap desa dan kelurahan.
Guna peningkatan mutu tersebut, maka melalui persetujuan DPRD Jeneponto, mulai tahun 2011 telah dianggarkan dalam APBD untuk membiayai program pembentukan kelas unggulan di seluruh SMA dan SMK negeri di daerah tersebut.
Sementara guna peningkatan mutu guru, dilakukan pendataan dan inventarisasi penyebaran guru secara merata. Guru disebar berdasarkan kebutuhan setiap sekolah dengan berpijak pada kualitas disiplin ilmu.
Ashari mengatakan, dalam mewujudkan program ini, peran dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Khusus pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), di setiap sekolah dan di Kantor Dinas Pendidikan dan Olah Raga Jeneponto dibuka layanan terpadu bagi masyarakat sebagai ruang partisipasi.
Yang tidak kalah penting adalah mendorong peran aktif pers dalam memberikan informasi, kritik dan saran demi kemajuan pendidikan. "Saran dan kritik dari pers sangat kami butuhkan. Pers adalah sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu kami selalu terbuka dengan segala kritik, sepanjang itu konstruktif dan demi kemajuan pendidikan," jelas calon doktor pemerintahan Unpad Bandung ini. (krk)






Komentar
tanya JAJA....
karena ini area masyarakat terdidik, bukan ata kareng