- Wabup Luwu Dilapor Ludahi Pensiunan PNS
- Disebut Anggota Dewan Malas, ARA cs Berang
- Sudah Terkepung, 2 Bandar Narkoba Lolos
- SPP Gratis Hanya Untuk S1, Diploma Gigit Jari
- Belum Terima Surat Kejati Agus AS: Saya Santai ji
- Agus Sebut Rp 750 Juta Sedekah
- DPRD Desak Dicopot Ilham Masih Pikir-pikir
- Roem: None Gembosi Golkar
- PNPM Bisakah Atasi Kemiskinan di Masa Depan?
- Polda Ancam Jemput Paksa Ibrahim Rewa
Ada Dugaan Novan Dibantai Pembunuh Bayaran
Ada Dugaan Novan Dibantai Pembunuh Bayaran
MAKASSAR, BKM -- Kabut misteri pembunuhan Novan (31), warga Jalan Goa Ria, Makassar, sepertinya kian tebal melingkupi. Saksi kunci yang juga terduga pelaku, Dg Rala, kembali tak terlacak keberadaannya, setelah dua hari lalu jejaknya sempat terendus di sekitar Jalan Tinumbu.
Spekulasi adanya kelompok profesional di belakang peristiwa tragis ini pun bermunculan.
"Siang malam kita melakukan pengejaran. Tetapi yang bersangkutan terus berpindah-pindah, sehingga sedikit menyulitkan perburuan," ujar Kepala Polsekta Biringkanaya Kompol Akbar Setiawan, kepada Berita Kota, Jumat (7/12).
Dua hari lalu, menurut Akbar, Dg Rala terlacak berada di Tinumbu. Namun, belum sempat terdeteksi titik pasti keberadaannya, pria itu kembali berpindah tempat.
Pihaknya meyakini, Dg Rala masih berada di seputaran Makassar. Pelariannya untuk melalui laut meninggalkan Sulsel, kemungkinan sangat sulit karena tim intelijen Polda Sulsel telah menempatkan beberapa personel di pelabuhan dan bandara.
Perjalanan darat untuk meninggalkan menurut Akbar, memungkinkan ia lakukan, tetapi pihak Polsekta Biringkanaya dan Polda Sulsel telah menutup beberapa akses yang bisa ia lalui via darat. Diantaranya di perbatasan Makassar-Sungguminasa, dan Makassar-Maros.
Lantas di mana Dg Rala sekarang? "Itu yang masih kita kejar," terang Akbar.
Seperti diketahui, polisi mengarahkan kecurigaannya pada Dg Rala, karena pria inilah yang terakhir kali bertemu Novan, sebelum ditemukan tewas dengan 27 tusukan di tubuhnya. Novan tewas di lantai dua rumahnya di Jalan Goa Ria, pada Sabtu lalu, menjelang petang.
Menurut Akbar, soal spekulasi adanya kelompok profesional atau pembunuh bayaran yang terlibat dalam kasus ini, masih diselidiki pihaknya. Akan tetapi, melihat pelarian Dg Rala yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengindikasikan, pria ini tidak bekerja seorang diri.
Polisi sendiri belum mendalami spekulasi adanya dugaan keterlibatan pembunuh bayaran, karena motifnya masih sumir. "Motifnya belum jelas. Kalau ada keterlibatan kelompok profesional (pembunuh bayaran) ya, tentu harus diungkap motifnya dulu, baru itu ketahuan," katanya.
Sementara itu, sampai kemarin, 7 saksi telah diperiksa. Salah satunya adalah Rara, istri korban.
Rara dalam kesaksiannya mengaku tidak mengetahui prihal kematian suaminya. Ia menemukan Novan sudah dalam keadaan tak bernyawa di dalam kamar tidurnya.
Rara juga mengakui tak mengetahui persis siapa Dg Rala dan apa hubungan pria itu dengan suaminya. Begitu juga soal akta nikah milik Dg Rala yang ditemukan tercecer di samping mayat Novan, belum menguak misteri ini.
"Ini juga sedang dikembangkan karena Rara mengaku tidak tahu kenapa buku nikah orang lain ada di situ," terang Kepala Bidang Humas Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi.
Menurutnya, kesaksian 7 orang ini tidak banyak menguak motif maupun identitas pelaku. Para saksi tak ada yang mengetahui siapa Dg Rala dan alamat pastinya.
Endi mengatakan, kasus ini masih akan melewati proses panjang. Kesaksian belum ada yang bisa menguak teka-teki kasus ini. "Membutuhkan pengembangan yang lebih cermat lagi untuk menguak apa sebenarnya yang melatari pembunuhan ini dan siapa-siapa di belakangnya," jelas Endi.(eka/sya/B)





