- Beckham Gantung Sepatu
- "PPP Target Dua Besar di Sulsel"
- Gratifikasi, Agus As Tersangka
- "Rujuk" dengan Ilham atau Legawa Mundur
- BBJN akan Bongkar 620 Reklame di Makassar
- Populasi Rakyat Belum Tertangani Serius
- Adu Tajam Ronaldo-Falcao
- Mahasiswa UNM Divonis Seumur Hidup
- Ngotot Maju, Golkar tak Takut Pecat Aru-Haris YL
- "Nda Usah Mundur, Cukup Perbaiki Kinerja"
Polisi Siap Sebar Sketsa Wajah Pembantai Novan
Polisi Siap Sebar Sketsa Wajah Pembantai Novan
MAKASSAR, BKM -- Dg Rala, saksi kunci sekaligus terduga pembantai Novan, resmi ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO), setelah sepekan dalam pengejaran. Dalam satu atau dua hari ke depan, tim Laboratorium Forensik Polda Sulawesi Selatan juga siap menyebar sketsa wajah Dg Rala.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi, Minggu (9/12) mengungkapkan, jejak Dg Rala kembali tak terdeteksi sejak dua hari lalu. Karenanya, sketsa wajah pria ini akan segera disebar ke seluruh polsek di jajaran Polda Sulsel.
"Termasuk ke tempat-tempat umum dan warkop. Sambil kita menunggu tim reskrim Polsekta Biringkanaya melakukan pengejaran," jelas Endi.
Lantas, benarkah Dg Rala telah meninggalkan Makassar? Endi mengatakan, terakhir pada pertengahan pekan lalu jejaknya tercium di sekitar Jalan Tinumbu, Makassar. Namun, sehari berselang, polisi kehilangan jejak.
Ia kemungkinan berpindah-pindah tempat untuk mengecoh petugas. Polisi saat ini tak bisa memastikan apakah Dg Rala masih berada di wilayah Makassar atau telah kabur ke daerah.
"Pengejaran masih dilakukan. Jejaknya belum terendus. Karenanya, semua bantuan dari polsek di jajaran polda kita kerahkan. Masyarakat juga kita harapkan memberi informasi jika menemukan pria yang mirip dengan sketsa wajah yang akan disebar nanti," papar Endi.
Yang menyulitkan pengejaran karena alamat Dg Rala tidak diketahui pasti. Akta nikah miliknya yang ditemukan di samping mayat Novan beralamat di BTN Pepabri. Hanya saja, rumah itu diketahui telah lama dijual kepada orang.
Dari tujuh saksi yang telah diperiksa, tak satupun yang bisa memberikan gambaran alamat terakhir Dg Rala. Sebuah rumah di sekitar Kampus UKI Paulus juga sempat diintai karena dicurigai sebagai tempat persembunyiannya, namun hasilnya juga nihil. Dg Rala diduga sempat berada di rumah itu sehari setelah pembunuhan Novan.
Terkait adanya dugaan keterlibatan kelompok profesional di balik kasus ini, Endi mengaku enggan berspekulasi. Menurutnya, belum ada bukti-bukti kuat yang mengarah ke sana.
"Soal pembunuh bayaran, kita butuh bukti kuat. Sampai sekarang penyelidikan belum ke sana. Kita belum tahu apa peran Dg Rala, apakah kita sekadar eksekutor atau suruhan orang atau dia murni bekerja sendiri. Ini belum jelas, saksi-saksi belum ada yang memberikan keterangan yang bisa menguak teka-teki itu," katanya.
Akan tetapi melihat cara kerjanya yang membantai korban dengan 27 tusukan tanpa menimbulkan suara gadah di rumah korban, sepertinya pelaku bukan pekerja amatiran. "Itu patut kita selidiki. Ya, pokoknya kita berusaha agar menemukan perkembangan dari kasus ini agar bisa diungkap apa motif dan siapa dalangnya," kunci Endi. (eka/sya/B)





