"Tak Ingin Pergi Tinggalkan Utang"

BUPATI Enrekang H La Tinro La Tunrung dikenal sebagai pemimpin yang memiliki semangat pembaruan. Di pengujung masa jabatannya yang tinggal menghitung bulan, pria berlatar pengusaha ini masih menyimpan obsesi, untuk membawa Bumi Massenrempulu menjadi daerah terkemuka di Sulawesi Selatan.


"Saya tidak ingin pergi meninggalkan beban utang atau bengkalai untuk pemimpin baru kelak. Saya ingin meninggalkan Enrekang sebagai daerah terkemuka di semua sektor. Agar nanti, pemimpin baru benar-benar fokus untuk membangun, bukan memikirkan utang," ujar La Tinro.
Dua periode memimpin Enrekang, La Tinro mencatat kemajuan besar di hampir semua sektor. Mulai dari pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, kesehatan serta reformasi birokrasi.
Ibaratanya, La Tinro telah menyingkap tabir keterbelakangan di daerah ini. Kini Enrekang lahir menjadi sebuah daerah maju.
Ekonominya tumbuh di atas rata-rata. Kemajuan infrastruktur merata dari pusat kota hingga ke pelosok. Masyarakat pelosok yang dulunya hanya menggunakan lampu pelita sebagai alat penerangan, kini telah menikmati lampu listrik dengan layak.
Dengan memanfaatkan sumber daya alam berupa air yang melimpah, La Tinro membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sebuah terobosan luar biasa yang membawa daerah ini bisa menikmati listri hingga ke daerah terpencil.
Tidak tanggung-tanggung, dalam upayanya mendapatkan penerangan itu sejak tahun 2005 yang lalu, Tinro harus banyak membuka jaringan hingga ke luar negeri. "Tapi perjuangan kita tidak sia-sia. Alhamudulilla, masyarakat kini bisa menikmati listrik hingga ke pedesaan," ucapnya bangga.
Dulu masyarakat pelosok banyak mengeluhkan ketersediaan air bersih. Tak jarang pada musim kemarau, warga Enrekang mengalami kekeringan yang sangat parah.
Tapi lagi-lagi, kerja keras Tinro membuahkan hasil. Aliran air bersih dengan beberapa sumber mata air berhasil ia buka untuk memenuhi kebutuhan warga. Sejak empat tahun lalu, hampir seluruh daerah di Enrekang tak lagi mengalami krisis air bersih, di musim kemarau sekalipun.
Sebagai daerah berkembang, Tinro menyadari masih banyak yang diharus dilakukan. Apa yang ia berikan selama ini, tentu belumlah mampu memenuhi seluruh ekspektasi masyarakat.
Pria berperawakan sederhana ini tidak menampik masih adanya setumpuk pekerjaan rumah yang harus tuntaskan sebelum mengakhir masa jabatan Oktober tahun depan. Apalagi jika berbicara masalah pembangunan, kata dia, adalah proses yang terus-menerus, dan berkelanjutan.
"Jadi pembangunan itu tidak pernah berhenti. Yang utama adalah bagaimana melahirkan gagasan dan memulai bekerja keras. Kita ingin pembangunan ini merata dan dirasakan semua kalangan," katanya.
Ia mengakui, masih banyak yang dibutuhkan warga belum dapat diselesaikan. Karena itu  di tahun 2013 ini, ia tetap berupaya agar dapat menyelesaikan beberapa kegiatan pembangunan fisik yang belum rampung.
Misalnya saja, pembangunan gedung Natiro Mata dan juga beberapa lainnya, termasuk pembuatan jembatan. "Tahun ini kita usahakan menyelesaikan pembangunan yang belum rampung," jelas Tinro.
Ia membeberkan, anggaran tahun 2013 sangat terbatas. Pasalnya, di tahun 2013, Enrekang akan
menghadapi hajatan demokrasi yang menelan anggaran besar. Ditambah lagi adanya penyelesaian devisit daerah kurang lebih Rp 20 miliar, yang harus dituntaskan.
"Anggaran tahun depan memang banyak terkuras di beberapa kegiatan termasuk pilkada yang tidak sedikit. Devisit anggaran juga harus ditutupi," jelas Tinro.
Di akhir masa jabatannya, Tinro tidak ingin meninggalkan beban anggaran. Sehingga pemimpinan ke depan tidak lagi terbebani untuk membayar utang pada pihak ketiga.
"Kita tidak ingin lagi membebani anggaran kita atau dengan kata lain devisit agar pemimpin yang baru nantinya fokus membangun, bukan membayar utang," kata Tinro.
Tahun 2013 jelasnya, pemerintah daerah berupaya agar dana tersedia untuk kelanjutan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Termasuk juga untuk pihak ke tiga.
Hal itu ungkapnya, besar kemungkinan dapat direalisasikan dengan adanya cash flow yang cukup. "Alhamdulillah sampai hari ini cash flow kita cukup aman, masih ada tersisa sekitar Rp 50 miliar," terang Tinro.  
La Tinro membeberkan, tahun 2012 ini, Enrekang mendapatkan sertifikat hak paten dari
pemerintah Indonesia lewat Kementerian Hukum dan HAM untuk kopi kalosi arabika. Diperkirakan
pada bulan Februari mendatang, tepatnya pada ulang tahun Kabupaten Enrekang, sertifikat itu sudah diterima.
Yang tak kalah membanggakan, kentang kalosi sebagai varietas lokal Kabupaten
Enrekang dengan cita rasa berbeda, Tinro pun telah berupayah untuk mendapatkan sertifikat hak
paten atas komoditas ini sebelum masa jabatannya berakhir.
"Seperti saya sampaikan dari awal, bahwa saya akan berusaha semaksimal mungkin agar semua produk kekayaan alam Enrekang termasuk kentang kalosi ini akan mendapat hak patennya sebelum saya pensiun," terangnya lagi.
Tahun 2012, bukan hanya penangkaran bibit kentang kalosi yang telah disiapkan untuk
para petani di Bumi Massenrempulu. Tapi juga penangkaran bawang merah dengan kapasitas yang besar pun bakal disiapkan.
Kecamatan Anggeraja yang dikenal sebagai wilayah penghasil bawang merah terbesar di Enrekangakan menjadi pusat penangkaran. "Mudah-mudahan penangkaran bawang merah yang berpusat di Anggeraja juga sudah rampung tahun 2013," harap Tinro.
Tinro yakin, jika penangkaran bawang merah itu berhasil, maka kebutuhan bibit untuk para petani
bawang dapat terpenuhi. "Tidak perlu lagi cari bibit jauh-jauh dengan biaya yang cukup besar,"
katanya sembari menambahkan jika ke depan Enrekang tidak hanya menjadi pemasok bibit kentang, tapi juga termasuk bawang merah.
"Patut juga kita syukuri, karena saat ini para petani kita sudah ada yang dapat membuat penangkaran bawang merah sekalipun itu masih terbatas," ujar Tinro. (rah/sya/B)

 

Share

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner

kunjungi : www.rovindo.com

pusat komputer terkini dapatkan dengan harga murah untuk speksifikasi yang tidak terdapat di rovindo bisa hub 081241000553 untuk perbandingan terimakasih

Login / Registrasi






Forgot login?
Register