Calon Polisi Disekap, Senjata Dirampas

MAKASSAR, BKM -- Priadi Akbar (21), siswa Sekolah Tamtama Polair, SPN Batua , Makassar, disekap kawanan pria berambut cepak, Sabtu (8/12) tengah malam, saat berposko di penjagaan SPN Batua. Korban berhasil lolos dari penyekapan dan ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri.

Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengonfirmasikan, belum ada pihak yang dinyatakan berada di belakang insiden ini. Korban selain disekap, ia juga kehilangan sepucuk senjata tipe V2 Sabhara tanpa amunisi.
"Senjata korban dirampas. Ia sempat dibawa pelaku dan disekap dalam mobil sebelum ia meloloskan diri dan ditemukan pingsan. Belum jelas motif penyekapan ini," terang Kepala Bidang Humas Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi, Minggu (9/12).
Endi menuturkan Priadi Akbar asal siswa Tamtama SPN Batua asal Kota Ambon, Maluku. Menurut pengakuan korban, malam itu saat ia berjaga di pos SPN Batua, tiba-tiba dihampiri seorang pria berbadan tegap, berambut cepak dan berpakaian safari.
Pria itu menanyakan tentang jumlah siswa calon polisi yang berada di SPN Batua. "Dia bilang berapa siswa di dalam. Dan dijawab oleh korban ada 380 orang," ucap Endi menirukan pengakuan korban.
Tak berada lama, seorang pria lainnya dengan ciri-ciri yang hampir sama, menghampiri korban dan memintanya naik ke mobil Avanza yang terparkir tak jauh dari tempat itu. Pria itu mengaku, di mobil korban sudah dituggu komandan.
Karena curiga, korban sempat menolak, tetapi kedua pria itu memaksanya. Korban sempat berontak, namun karena di bawah ancaman, korban terpaksa mengikuti perintah para pelaku.
Di atas mobil terdapat tiga pria lainnya yang sudah menunggu. Yang dua berpakaian safari dan satunya lagi berpakaian putih-putih dipanggil komandan.
Korban langsung disekap. Mulutnya dilakbang, matanya ditutup. Kemudian mobil yang mereka kendarai meninggalkan SPN Batua berbelok ke kiri menuju barat Jalan Urip Sumoharjo.
"Selama di mobil korban tidak tahu berada di mana karena matanya ditutup.
Korban tersadar setelah diturunkan di depan Pabrik Seng Sermani tepatnya didekat kolam renang. Menurut korban waktu penyekapannya berkisar 30 menit.
Merasa ketakutan, korban masuk kembali ke SPN Batua dengan memanjat tembok belakang SPN Batua Makassar.
Diketahui nanti pada pukul 22.00 Wita, saat korban ditemukan oleh AKBP Angel Matakupang di pos penjagaan belakang dalam keadaan pingsan. Ia selanjutnya dibawa ke Poliklinik SPN Batua.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, AKBP. Endi Sutendi dikonfirmasi mengatakan pihaknya sementara melakukan pendalaman atas peristiwa ini. "Kami sementara memeriksa anggota tersebut untuk dikorek keterangan lebih dalam dan terus mendalami proses penyelidikan terkait motif kejadian ini. Belum ada petunjuk siapa pelakunya," kata Endi. (eka/sya/B)

 

Share

Komentar

 
0 #1 bidosto 2012-12-10 01:27
wah perlu diteliti lanjut itu siswanya, krn jangan2 ada permainan dg pelaku
 

Comments are now closed for this entry

hub 081241000553 untuk pemasangan banner

kunjungi : www.rovindo.com

pusat komputer terkini dapatkan dengan harga murah untuk speksifikasi yang tidak terdapat di rovindo bisa hub 081241000553 untuk perbandingan terimakasih

Login / Registrasi






Forgot login?
Register