- Beckham Gantung Sepatu
- "PPP Target Dua Besar di Sulsel"
- Gratifikasi, Agus As Tersangka
- "Rujuk" dengan Ilham atau Legawa Mundur
- BBJN akan Bongkar 620 Reklame di Makassar
- Populasi Rakyat Belum Tertangani Serius
- Adu Tajam Ronaldo-Falcao
- Mahasiswa UNM Divonis Seumur Hidup
- Ngotot Maju, Golkar tak Takut Pecat Aru-Haris YL
- "Nda Usah Mundur, Cukup Perbaiki Kinerja"
Calon Polisi Disekap, Senjata Dirampas
Calon Polisi Disekap, Senjata Dirampas
MAKASSAR, BKM -- Priadi Akbar (21), siswa Sekolah Tamtama Polair, SPN Batua
, Makassar, disekap kawanan pria berambut cepak, Sabtu (8/12) tengah malam, saat berposko di penjagaan SPN Batua. Korban berhasil lolos dari penyekapan dan ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri.
Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengonfirmasikan, belum ada pihak yang dinyatakan berada di belakang insiden ini. Korban selain disekap, ia juga kehilangan sepucuk senjata tipe V2 Sabhara tanpa amunisi.
"Senjata korban dirampas. Ia sempat dibawa pelaku dan disekap dalam mobil sebelum ia meloloskan diri dan ditemukan pingsan. Belum jelas motif penyekapan ini," terang Kepala Bidang Humas Polda Sulsel AKBP Endi Sutendi, Minggu (9/12).
Endi menuturkan Priadi Akbar asal siswa Tamtama SPN Batua asal Kota Ambon, Maluku. Menurut pengakuan korban, malam itu saat ia berjaga di pos SPN Batua, tiba-tiba dihampiri seorang pria berbadan tegap, berambut cepak dan berpakaian safari.
Pria itu menanyakan tentang jumlah siswa calon polisi yang berada di SPN Batua. "Dia bilang berapa siswa di dalam. Dan dijawab oleh korban ada 380 orang," ucap Endi menirukan pengakuan korban.
Tak berada lama, seorang pria lainnya dengan ciri-ciri yang hampir sama, menghampiri korban dan memintanya naik ke mobil Avanza yang terparkir tak jauh dari tempat itu. Pria itu mengaku, di mobil korban sudah dituggu komandan.
Karena curiga, korban sempat menolak, tetapi kedua pria itu memaksanya. Korban sempat berontak, namun karena di bawah ancaman, korban terpaksa mengikuti perintah para pelaku.
Di atas mobil terdapat tiga pria lainnya yang sudah menunggu. Yang dua berpakaian safari dan satunya lagi berpakaian putih-putih dipanggil komandan.
Korban langsung disekap. Mulutnya dilakbang, matanya ditutup. Kemudian mobil yang mereka kendarai meninggalkan SPN Batua berbelok ke kiri menuju barat Jalan Urip Sumoharjo.
"Selama di mobil korban tidak tahu berada di mana karena matanya ditutup.
Korban tersadar setelah diturunkan di depan Pabrik Seng Sermani tepatnya didekat kolam renang. Menurut korban waktu penyekapannya berkisar 30 menit.
Merasa ketakutan, korban masuk kembali ke SPN Batua dengan memanjat tembok belakang SPN Batua Makassar.
Diketahui nanti pada pukul 22.00 Wita, saat korban ditemukan oleh AKBP Angel Matakupang di pos penjagaan belakang dalam keadaan pingsan. Ia selanjutnya dibawa ke Poliklinik SPN Batua.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, AKBP. Endi Sutendi dikonfirmasi mengatakan pihaknya sementara melakukan pendalaman atas peristiwa ini. "Kami sementara memeriksa anggota tersebut untuk dikorek keterangan lebih dalam dan terus mendalami proses penyelidikan terkait motif kejadian ini. Belum ada petunjuk siapa pelakunya," kata Endi. (eka/sya/B)
Share






Komentar