- Tevez Merapat ke "Nyonya Tua"
- Mantap Bawa Turatea jadi Daerah Inovatif
- SYL Sindir Nurdin Ikut Campur
- Polisi Hajar Suami Istri
- Masyarakat Gerah, Gudang Bikin Macet
- Rektor Ragu Realisasi SPP Gratis
- Beckham Gantung Sepatu
- "PPP Target Dua Besar di Sulsel"
- Gratifikasi, Agus As Tersangka
- "Rujuk" dengan Ilham atau Legawa Mundur
2 Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Pampang
2 Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Pampang
MAKASSAR, BKM -- Dua bocah warga Pampang,
Makassar, Zul (11) dan Irhan (12), Jumat (14/12) sekitar pukul 12.30 Wita tenggelam di Sungai Pampang. Hingga menjelang petang, pukul 18.00 Wita, keduanya belum ditemukan.
Sitti, nenek Zul menuturkan, cucunya bersama Irham dan tiga rekannya yang lain tengah bermain di bantaran sungai. Karena kondisi tanah yang licin, Zul dan Irham terpeleset dan tercebur ke sungai.
Kedua bocah ini oleh rekannya sempat terlihat menggapai-gapai meminta pertolongan. Namun, sesaat kemudian tubuhnya hilang dari permukaan air.
"Sempatji beng minta tolong temannya, tapi tidak ada orang disitu. Waktu sudah tenggelam, warga baru datang, tapi sudah tidak ditemukan," terang Siti.
Tim Badan SAR Nasional bersama Badan Penanggulang Bencana Kota Makassar, satu jam kemudian tiba di lokasi. Mereka menurunkan sedikitnya 50 personel untuk melakukan pencarian.
Tim Basarnas, menyisir Sungai Pampang hingga radius 100 meter dari titik lokasi tenggelamnya korban, namun hingga 6 jam pencarian, korban belum ditemukan.
Siti mengungkapkan, ia baru tahu cucunya tenggelam setelah melihat tetangga berlarian. Seorang warga kemudian memberitahunya bahwa Zul tenggelam bersama Irham
Sambil menangis, perempuan paruh baya ini, mengaku terakhir melihat cucunya, pulang dari sekolah sekitar pukul 10.00 Wita, sebelum shalat Jumat.
"Zul pulang ganti baju, baru keluarki lagi main-main sama temannya. Sempatki kutegur mau ke manako, dia bilang mau main sama temannya," tuturnya.
Ia tidak tahu sama sekali kalau bocah bermain di atas bantaran Sungai Pampang. "Padahal memang disitu licin, apalagi sekarang ada jembatan dibangun. Selaluji memang kularang ke sana, apalagi mandi-mandi, tidak kuizinkanki, ka dalamki airnya," sela Siti.
Selama ini Zul tinggal bersamanya di Pampang. Sementara ibunya, Naha, tinggal di Daya. "Memang dari kecil dia itu ikut saya," terang Siti terisak.
Informasi lain di lokasi kejadian menyebutkan, saat bermain bersama lima rekannya, Zul dan Irham mandi-mandi di sungai. Keduanya terlihat oleh warga melompat berulang kali ke sungai.
"Pas terakhir dia melompat, tiba-tiba tidak munculmi. Teman-temannya panik dan memanggil warga. Kami datang ke sana, memang sudah tidak kelihatanmi, sudah tenggelam," ujar seorang warga.
Ia mengatakan, beberapa warga sempat melakukan pencarian dengan menyelam ke dasar sungai, namun korban tak ditemukan.
Salah satu warga, Bagong, mengakui, melihat anak-anak tersebut bermain lompat-lompatan di pinggir sungai, persis di sisi jembatan yang sementara dibangun. Akan tetapi, ia tidak melihat Zul dan Irham melompat ke sungai.
"Saya hanya melihat mereka bermain saling lompat-lombat, tapi di pinggir sungai. Saya baru tahu waktu ada orang berteriak ada anak tenggelam," katanya.
Tamrin, kakek Irham, menuturkan, hari itu cucunya memang tak ke sekolah. Sekitar pukul 11, ia meminta izin pergi mandi-mandi di sungai. Karena sudah biasa, Tamrin tak melarangnya.
"Saya juga masih sempat lihat dia mandi-mandi waktu mau berangkat shalat Jumat. Saya pikir kan biasaji, jadi saya nda larangki," tuturnya.
Sepulang shalat Jumat, ia menerima kabar bahwa Irham tenggelam di Sungai Pampang. "Waktu saya ke sana, orang-orang sudah banyak. Saya menyesal sekali, kenapa saya biarkan cucuku mandi-mandi," ujarnya menyesali diri.
Komando Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar, Suardi Nurdin, mengatakan, pihaknya menurunkan sekitar 50 orang untuk melakukan pencarian terhadap korban. Tim ini terdiri atas tim dari Unhas, UMI, PMI dan berbagai kelompok penanggulang bencana.
"Insya Allah korban bisa ditemukan. Kami juga menyediakan peralatan untuk mendukung pencarian. Seperti perahu karet, tenaga penyelam dengan peralatan dan bantuan warga," terangnya.
Kapolsekta Panakkukang Kompol Agung Kanigoro, mengatakan, terkait kasus ini pihaknya sementara melakukan pengumpulan data. Berdasarkan informasi, kedua korban tenggelam saat mandi di sungai bersama 3 rekannya.
"Anggota sudah ada di TKP melakukan pemeriksaan. Korban ada dua dan masih dilakukan pencarian," terangnya.(ucu/sya/B)
Share






Komentar