- Wabup Luwu Dilapor Ludahi Pensiunan PNS
- Disebut Anggota Dewan Malas, ARA cs Berang
- Sudah Terkepung, 2 Bandar Narkoba Lolos
- SPP Gratis Hanya Untuk S1, Diploma Gigit Jari
- Belum Terima Surat Kejati Agus AS: Saya Santai ji
- Agus Sebut Rp 750 Juta Sedekah
- DPRD Desak Dicopot Ilham Masih Pikir-pikir
- Roem: None Gembosi Golkar
- PNPM Bisakah Atasi Kemiskinan di Masa Depan?
- Polda Ancam Jemput Paksa Ibrahim Rewa
Buron 1 Bulan, Dg Rala Disergap di Kampung Nelayan
Buron 1 Bulan, Dg Rala Disergap di Kampung Nelayan
...Polisi Bilang... Sebelum Novan,
Juga Bantai Kakak Kandungnya
MAKASSAR, BKM -- Tim Resmob Polrestabes Makassar, mengakhiri pelarian panjang Taharuddin Dg Rala, saksi kunci sekaligus terduga pembunuh Novan, warga Jalan Goa Ria, Makassar. Dg Rala ditangkap dalam penyergapan di sebuah kampung nelayan di Jalan Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Kamis (27/12) malam.
Pria yang diburu hampir empat pekan ini, terpaksa dilumpuhkan dengan dua tembakan di bagian kaki kiri dan kanan.
"Dua minggu lalu dia sempat terdeteksi di Tinumbu. Kemudian hilang. Sepekan berikutnya jejaknya terendus di bagian utara kota. Akhirnya terakhir kita deteksi pelariannya di sekitar Jalan Galangan Kapal," tutur Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar AKBP Endi Sutendi, Jumat (28/12).
Sebelum posisinya dipastikan, kata Endi Dg Rala beberapa kali berpindah tempat tinggal. Sepekan setelah menghabisi Novan ia tinggal di sebuah rumah di Tinumbu.
Namun hanya beberapa ketika jejaknya tercium, pria asal Takalar ini berpindah lagi ke rumah rekannya di Jalan Bersih, Kampung Capoa, di Belakang Pasar Pannampu.
"Di sini sempat kita deteksi jejaknya, tetapi masih samar," terang Endi.
Hampir sepekan polisi kehilangan jejak, Dg Rala kembali berpindah tempat tinggal. Ia dilaporkan mengontrak sebuah rumah di perkampungan nelayan di Jalan Galangan Kapal, tepat di belakang PT IKI.Dua hari sebelum penyergapan, intelijen memastikan Dg Rala berada di rumah itu. Namun, penyergapan tidak langsung dilakukan, karena situasi yang tidak memungkinkan.
Rumah yang ditempati tersangka berada tepat di pinggir laut. Dikhawatirkan, jika penyergapan dilakukan pada saat yang salah, buruan bisa lolos.
Akhirnya, penyergapan baru dilakukan pada Kamis malam sekitar pukul 19.30 Wita. Saat dikepung dan diminta menyerah, Dg Rala justru nekat menceburkan diri ke laut.
Beruntung, petugas segara mengambil langkah tegas dan melumpuhkannya dengan dua tembakan yang tepat mengarah ke kaki kiri dan kanannya. Seketika Dg Rala ambruk.
AKBP Endi, mengatakan, dari tangan tersangka, petugas menyita sebilah badik yang diduga badik yang digunakan saat membantai Novan.
Novan (30), pria yang bekerja sebagai pengawas proyek di PT Japfa, dibantai di kediamannya di Jalan Goa Ria, Makassar, pada Sabtu (1/12) petang. Ia tewas dengan 27 tusukan di tubuhnya.
Nama Dg Rala akhirnya dirilis polisi setelah pria ini diketahui sebagai orang terakhir yang menemui Novan sebelum ditemukan istrinya terkapar tak bernyawa.
Berdasarkan olah TKP dan keterangan istri Novan, Rara, sekitar pukul 17.00 Wita, suaminya baru pulang dari tempat kerja. Ia langsung naik ke lantai dua rumahnya.
Tak berapa lama, Dg Rala datang menemuinya dan langsung naik ke lantai dua. Saat itulah, diduga, pria ini menghabisi Novan.
Menurut Endi, belum banyak keterangan yang berhasil dikorek dari Dg Rala. Untuk sementara, motif pembunuhan diduga karena dendam.
Dg Rala kata Endi mengaku nekat menghabisi Novan karena rasa tidak suka pada pria itu. "Katanya dia nda suka sama Novan. Dia dendam. Tapi belum jelas, dendamnya kenapa, dan kenapa tidak suka. Sore kemarin masih diperiksa," tutur Endi.
Yang mengejutkan, dari catatan yang berhasil dihimpun kepolisian, Dg Rala ternyata merupakan residivis kasus pembunuhan di Takalar. Bahkan, pria ini juga pernah terlibat dalam pembataian kakak kandungnya.
"Dia residivis kasus pembunuhan. Malah, dia juga diduga terlibat pembunuhan atas kakak kandungnya sendiri, beberapa waktu lalu," jelasnya.
Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Anwar, menambahkan, Dg Rala hingga petan kemarin masih diperiksa penyidik. Belum jelas apa motif pembunuhan yang dilakukannya.
Anwar membenarkan, Dg Rala adalah residivis dengan kasus yang sama. "Jadi dia memang sudah cukup pengalaman menghabisi orang. Ada dua catatan kejahatan yang sama yang kami terima. Pertama dia diduga terlibat pembunuhan di Takalar, dan kedua juga membunuh kakak kandungnya," terang dia.(jul-eka/sya/B)
Share





