- Beckham Gantung Sepatu
- "PPP Target Dua Besar di Sulsel"
- Gratifikasi, Agus As Tersangka
- "Rujuk" dengan Ilham atau Legawa Mundur
- BBJN akan Bongkar 620 Reklame di Makassar
- Populasi Rakyat Belum Tertangani Serius
- Adu Tajam Ronaldo-Falcao
- Mahasiswa UNM Divonis Seumur Hidup
- Ngotot Maju, Golkar tak Takut Pecat Aru-Haris YL
- "Nda Usah Mundur, Cukup Perbaiki Kinerja"
Mahasiswa Tewas Tertembus Panah
Mahasiswa Tewas Tertembus Panah

Diduga Beracun, Polisi Selidiki Pelaku Perang Kelompok di Rappocini
MAKASSAR, BKM -- Arwandi Maloking (19), mahasiswa Akademi Perawat Kesehatan (Akper) Angin Mammiri Makassar, Minggu (16/9) dini hari tewas tertembus anak panah di punggung kiri, di Jalan Rappocini. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Labuang Baji dalam kondisi kritis, hingga kemudian nyawanya tak tertolong setelah hampir 10 menit ditangani tim dokter.
Informasi di tempat kejadian menyebutkan, korban mengendarai sepeda motor di Jalan Rappicini pada dini hari. Tiba-tiba kendaraannya oleng dan menabrak sebuah pohon hingga tersungkur ke aspal. "Waktu terjatuh kami kira dia mabuk. Tau-taunya setelah ditolong ada anak panah menancap di punggung kirinya," ujar seorang warga Rappocini.
Melihat kondisi korban yang sekarat, warga kemudian melarikannya ke RS Labuang Baji. Namun, hanya sekitar 10 menit setelah ditangani tim dokter, nyawa Arwandi tak tertolong.
"Kemungkinan bukan cuma anak panah itu yang membuatnya tewas. Bisa saja karena tabrakannya, karena dia menabrak pohon. Apalagi, waktu itu dalam kecepatan tinggi," ujar warga lainnya.
Polisi menduga, Arwandi terkena anak panah nyasar saat ia melintas di kawasan tersebut. Hingga malam tadi belum diketahui siapa pelakunya.
Wakapolsek Mamajang AKP Yuvensius Pare, Minggu kemarin mengungkapkan, kemungkinan anak panah itu mengandung racun. Selanjutnya, korban juga mengalami luka cukup parah di kepala akibat benturan saat sepeda motornya menabrak pohon.
Menurut Yuvensius, kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar untuk diselidiki siapa pelaku pemanah di sekitar TKP. Kemungkinan korban terkena anak panah saat berada di Jalan Veteran atau Rappocini. Korban terjatuh dan menabrak pohon karena sudah tidak mampu menahan sakit.
"Peristiwa ini sudah kita laporkan ke Polrestabes," kata Yuvensius.
Dalam beberapa hari terakhir, aparat kepolisian menemukan puluhan anak panah dan senjata tajam saat operasi di Jalan Veteran Selatan dan Rappocini. Rappocini menjadi salah satu titik rawan perang kelompok dan aksi geng motor pada malam hari.
Di malam kejadian, polisi sempat melakukan sweepeng senjata tajam dan mengamankan beberapa pria yang membawa busur dan badik. Hanya saja, belum diketahui dari kelompok mana yang memanah korban.
Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi Erwin Triwanto, mengungkapkan, pihaknya akan melakukan operasi senjata tajam di titik-titik rawan. Selain itu, akan dilakukan penertiban atas aksi-aksi geng motor yang meresahkan masyarakat pada dini hari.
"Beberapa wilayah sudah menjadi target operasi kita. Semua prilaku yang membahayakan dan meresahkan di malam hari, akan kita tindak," tegas Erwin.(R2/sya/B)
Share





