- Wabup Luwu Dilapor Ludahi Pensiunan PNS
- Disebut Anggota Dewan Malas, ARA cs Berang
- Sudah Terkepung, 2 Bandar Narkoba Lolos
- SPP Gratis Hanya Untuk S1, Diploma Gigit Jari
- Belum Terima Surat Kejati Agus AS: Saya Santai ji
- Agus Sebut Rp 750 Juta Sedekah
- DPRD Desak Dicopot Ilham Masih Pikir-pikir
- Roem: None Gembosi Golkar
- PNPM Bisakah Atasi Kemiskinan di Masa Depan?
- Polda Ancam Jemput Paksa Ibrahim Rewa
- Galat
-
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
Kadis, Tidak Ada Kaitannya dengan Demo
-Soal Tiga Guru yang Demo
MAKASSAR, BKM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperlihatkan taringnya. Dua guru yang selama ini berada dibarisan terdepan dalam memperjuangkan dana sertifikasi guru akhirnya di mutasi oleh pemkot ke pulau.
Dua guru yang merupakan pengurus dari Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia (FK-PAGI) terkena mutasi sehari setelah melakukan aksi di Kantor DPRD Makassar. Mereka adalah Ketua FK- PAGI Sulsel Nurdin. Nurdin merupakan guru bahasa Inggris di SMP Negeri 27 Makassar yang dimutasi ke pulau Kodingareng. Ketua FK-PAGI Makassar Marwan. Marwan adalah guru Pembina IV/a di SMP Negeri 34 Makassar dan mendapat jabatan baru di SMP Pulau Barrang Lompo. Sementara Mustafa Pembina IV/a jabatan lama guru SMK Negeri 2 Makassar hanya dimutasi ke SMK Negeri 9 Untia Makassar.
Mutasi ketiga guru tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Mutasi nomor GR.820.4.192/2012 tentang Pemindahan Pegawai tertanggal 11 Agustus 2012.
Sehari sebelum di mutasi, ketiga guru tersebut sangat berperan penting dalam aksi demo di Kantor DPRD Makassar. Ketiganya yang paling aktif berorasi memperjuangkan pembayaran tunjangan sertifikasi guru yang sudah empat bulan belum terbayarkan.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Makassar Mahmud BM yang di temui di kantornya, Senin (13/8) membantah jika mutasi yang terjadi berhubungan dengan aksi yang dilakukan para guru tersebut.
"Ini tidak ada hubungannya dengan aksi yang dilakukan oleh guru-guru beberapa hari lalu. Mutasi murni berkaitan dengan SK Menteri Pendidikan soal pemerataan guru di pulau. SK mutasi ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Makassar Agar Jaya,"jelas Mahmud.
Bahkan tambah Mahmud, program pemkot selama ini untuk menggilir semua guru untuk mengajar di pulau. Mutasi ini akan terus berlanjut. Apalagi kesejahteraan guru di pulau sudah baik sebab sudah diberikan tunjangan. "Ketiga guru yang dimutasi ini merupakan guru senior yang akan ditempatkan di pulau," jelasnya.
Terkait mutasi dirinya, Ketua FKPAGI Sulsel Nurdin mengatakan, mutasi yang dilakukan oleh dinas pendidikan sangat tidak adil dan terkesan terburu-buru. Apaalgi kejadiannya sehari setelah FKPAGI dan ribuan guru mengadakan aksi di kantor DPRD Makassar.
"Kenapa tiba-tiba muncul SK mutasi yang isinya diberhentikan dengan hormat. Ini sangat terburu-buru sebab nama saya salah, titel saya bertambah jadi MPD. Terkesan mendadak, Jumat kita aksi, Sabtu keluar SK," keluhnya.
Lebih lanjut Nurdin mengatakan, sebaiknya pemkot harus mengkaji lebih dulu sebelum melakukan mutasi, pihaknya yakin mu tasi yang dilakukan ini tidak dalam proses pengkajian yang mendalam. (M3/PR2)

kunjungi : www.rovindo.com


