- Agus Sebut Rp 750 Juta Sedekah
- DPRD Desak Dicopot Ilham Masih Pikir-pikir
- Roem: None Gembosi Golkar
- PNPM Bisakah Atasi Kemiskinan di Masa Depan?
- Polda Ancam Jemput Paksa Ibrahim Rewa
- PAN Bulat Usung None-Busrah
- "Anggota Dewan Malas"
- Pemkot Kehilangan Rp 10 M
- Tevez Merapat ke "Nyonya Tua"
- Mantap Bawa Turatea jadi Daerah Inovatif
Soal Polisi Tolak Mutasi
Soal Polisi Tolak Mutasi

"Saya menyayangkan kalau ada polisi yang memprotes mutasi ini. Itu menandakan Anda tidak mengetahui jati diri Anda sendiri. Padahal, mutasi itu hal lumrah, dan selaku anggota Polri harus berjiwa kesatria menerimanya," tandas Syahrul saat berbicara di hadapan ratusan anggota Polres Parepare di Mapolres Parepare, Rabu (19/9) malam.
Penegasan ini disampaikan Syahrul menjawab aksi protes 179 anggota Polres Parepare yang menolak dimutasi, pada Rabu (19/9). Syahrul tiba di Parepare Rabu malam sekitar pukul 21.00 Wita.
Kedatangan jenderal bintang satu ini sontak disambut aksi unjuk rasa. Tak ayal, reaksi ini nyaris berbuntut kericuhan ketika puluhan anggota Brimob yang mengawal Syahrul memasang pagar betis untuk menghalangi pengunjuk rasa.
Aksi saling dorong sempat terjadi beberapa saat. Di tengah unjuk rasa, yel-yel mengecam Kapolres Parepare juga tak berhenti diteriakkan demonstran.
Akhirnya, karena situasi kian memanas, Syahrul mempersilakan para pengunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya. Ia kemudian mempersilakan dua anggota polisi untuk menyampaikan alasan penolakan mereka terhadap mutasi ini. Keduanya adalah Aiptu Ahmadi Syam dan Aipda Syaifuddin.
Ahmadi dan Syaifuddin mengatakan bahwa mutasi ini tidak mencerminkan keadilan, karena dilakukan secara sepihak. Menurut mereka, ada kejanggalan dalam proses mutasi besar-besaran ini karena banyak anggota Polres Parepare yang sebenarnya terbelit kasus, namun tidak dimutasi.
Usai mendengarkan aspirasi mereka, Syahrul menyampaikan bahwa, mutasi pada prinsipnya adalah kebijakan pimpinan. Mutasi dimaksudkan sebagai penyegaran dalam organisasi.
Seorang anggota Polri terikat janji dan sumpah untuk ditempatkan di mana saja.
"Jadi kalau ada anggota polisi yang mau tinggal terus di kota ini maka perlu dievaluasi dan dipertanyakan keberadaannya. Begitu juga kalau ada polisi yang melawan, tidak mau tunduk pada aturan, silakan keluar dari korps kepolisian," tandas Syahrul.
Malam itu, para pengunjuk rasa ngotot tetap tak mau menerima keputusan mutasi. Akhirnya diputuskan pertemuan dilanjutkan esok, Kamis (20/9).
Dalam pertemuan lanjutan Kamis kemarin, Syahrul kembali menegaskan bahwa mutasi merupakan kebutuhan organisasi.
"Karena organisasi butuh Anda maka Anda harus tunduk pada aturan. Bilamana tidak maka Anda bisa memilih apakah mau jadi anggota polisi yang terikat aturan atau tidak. Kalau tidak silakan mundur," tegasnya.
Setelah pertemuan tertutup, Syahrul menjelaskan bahwa, tidak ada lagi masalah. Semua ini sudah selesai dan para polisi yang terkena mutasi sudah bisa menerima keputusan itu.
"Mereka harus menerimanya, karena ini merupakan hal yang bisa. Kalau tidak mau ya, pilihannya jangan jadi polisi," katanya.
Sejumlah anggota Polres Parepare yang terkena mutasi sangat kecewa terhadap Kabag Ops Polres Parepare Gany Alamsyah. Mereka menuding Gany membekingi bandar judi kupon putih dan oplosan BBM di Kota Parepare.
"Dia bekingi bandar judi kupon putih. Biar masyarakat tahu bahwa kapolres dan kabag ops tidak bersih. Hanya wakapolda yang mengerti dengan kami dan bijak melakukan hal ini sehingga kami menerimanya," jelas Aipda Syaifuddin, anggota Polres Parepare yang turut dimutasi.
Selain, Syaifuddin, anggota lainnya yang kena mutasi ke Kabupaten Luwu, Bripka Andi Edwin. Kepada wartawan, Edwin mengakui kalau kabag ops itu tidak bersih. "Bahkan dia itu yang membekingi bandar judi kupon putih (KP) bernama Sidong dan Uki. Sementara bos oplosan BBM, Anshari juga dibekingi oleh kabag ops sehingga kehidupannya lebih sejahtera," katanya.
Edwin menyampaikan, ia kecewa karena kabag ops tidak memutasi anggotanya di bagian ops padahal kata dia, di sana ada oknum yang berbuat kesalahan.
Selama aksi unjuk rasa berlangsung Gany tak pernah menampakkan diri. Diduga ia diamankan Brimob untuk menghindari amukan anggota Polisi yang terkena mutasi. Pasalnya, Gany sempat diburu senjata tajam oleh anggota polisi saat aksi berlangsung Rabu lalu.
Gany yang dikonfirmasi via telepon terkait tudingan ini membantah membekingi judi kupon putih. Ia juga membantah membekingi BBM oplosan.
"Saya tidak mau banyak berkomentar soal ini. Yang jelas saya tidak pernah membekingi bandar kupon putih dan oplosan BBM. Gaji saya sudah cukup, buktinya saya tidak hidup mewah," katanya. (smr/sya)





