- Wabup Luwu Dilapor Ludahi Pensiunan PNS
- Disebut Anggota Dewan Malas, ARA cs Berang
- Sudah Terkepung, 2 Bandar Narkoba Lolos
- SPP Gratis Hanya Untuk S1, Diploma Gigit Jari
- Belum Terima Surat Kejati Agus AS: Saya Santai ji
- Agus Sebut Rp 750 Juta Sedekah
- DPRD Desak Dicopot Ilham Masih Pikir-pikir
- Roem: None Gembosi Golkar
- PNPM Bisakah Atasi Kemiskinan di Masa Depan?
- Polda Ancam Jemput Paksa Ibrahim Rewa
- Galat
-
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
Rp 30 M Untuk Pengembangan Wisata Bantimurung
MAROS, BKM -- Dinas Kehutanan Sulsel bekerjsama Balai
Konservasi Taman Nasional Bulusaraung menggelar simulasi kebakaran lahan dan hutam di lapangan Taman Wisata Bantimurung, Rabu (19/9).
Apel siaga ini dipimpin langsung Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin
Limpo dan dihadiri Bupati Maros HM Hatta Rahman.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakili Direktur Pengendalian dan
Kebakaran Hutan Kurnia Rauf.
Apel siaga tersebut merupakan rangkaian sosialisasi penyuluhan oleh pemangku kepentingan. Serta kampanye pengendalian untuk menggugah masyarakat agar tidak melakukan pembakaran.
Pada kesempatan itu, Bupati Maros HM Hatta Rahman juga menerima penghargaan dari Pemprov Sulsel atas kepeduliannya dalam mengamankan dan melindungi daerah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Hatta dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Maros sangat konsen dalam menjaga serta mengembangkan Kawasan Taman Nasional Bantimurung.
"Kedepan akan ada pengembangan besar besaran terhadap kawasan Taman
Nasional Bantimurung, khusus wisata alam Bantimurung Pemkab Maros akan
melakukan pengembangan yang menelan biaya hingga Rp 30 Miliar," ujar
Hatta. (ari-R4/C)


