- Polda Ancam Jemput Paksa Ibrahim Rewa
- PAN Bulat Usung None-Busrah
- "Anggota Dewan Malas"
- Pemkot Kehilangan Rp 10 M
- Tevez Merapat ke "Nyonya Tua"
- Mantap Bawa Turatea jadi Daerah Inovatif
- SYL Sindir Nurdin Ikut Campur
- Polisi Hajar Suami Istri
- Masyarakat Gerah, Gudang Bikin Macet
- Rektor Ragu Realisasi SPP Gratis
- Galat
-
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
- JFolder::create: Could not create directory
Bupati Bantaeng: Rugi Tidak Pilih Syahrul
Menurut Nurdin, sulit menemukan pemimpin yang memiliki visi ke depan dan mau mengorbankan kepentingannya untuk rakyat seperti Syahrul.
"Pak Syahrul adalah ketuanya gubernur se Indonesia. Dia komandannya gubernur. Jadi warga Sulsel rugi, jika Syahrul tak mau jadi gubernur lagi," kata Nurdin usai melaksanakan shalat Ashar berjamaah dengan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo dan masyarakat Bantaeng di Masjid Pantai Marina, Korongbatu, Kabupaten Bantaeng, Senin (13/8) lalu.
Menurut Nurdin, masyarakat Bantaeng selalu memuji kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel. Pasalnya, buah pikiran dan terobosan yang berhasil dilakukan Syahrul telah dinikmati masyarakat, khususnya di Kabupaten Bantaeng.
"Saya menutup MTQ tingkat desa tadi malam (dua malam lalu). Masyarakat disana begitu memuji terus Pak Gubernur. Itu tidak salah. Masyarakat Bantaeng menikmati buah pikiran dan terobosan yang dilakukan. Seandainya ada rekamannya, saya ingin perlihatkan pada Pak Syahrul, betapa masyarakat disana menaruh harapan besar," ujarnya.
Prof Nurdin mengungkapkan, salah satu bukti dari pemikiran Syahrul, adalah pelebaran jalan di Loka dari 3,5 meter menjadi 12 meter. "Jalan itu adalah jalan provinsi, sangat jarang ada pemimpin yang memiliki visi ke depan. Kenapa sampai diperlebar 12 meter? Karena Pak Syahrul melihat perkembangan Loka yang signifikan, ke depannya bus wisata akan banyak menuju ke Loka," terangnya. (R10)

kunjungi : www.rovindo.com



Komentar
stop maki komandan.......
berikan kesempatan pada IA yg lebih baik.....
contoh kota makassar yg kini jadi kota metro.....
itu bisa dijadikan indikator keberhasilan IA.....
sementara syahrul apa??????
xxxxxxxx...............