Fietra Tegaskan Periksa Kajari

MAKASSAR, BKM -- Kepala Kejaksaan Tinggi

Sulawesi Selatan Fietra Sani, menegaskan, akan memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Haruna dan Kepala Seksi Pidana Umum Irwan Datahuddin, terkait kaburnya terdakwa narkoba, Andi Mappiwajo.

Keduanya akan dimintai penjelasan soal kronologis dan prosedur pengamanan yang dijalankan  terhadap tahanan. "Ya segera. Kami sementara lakukan pemeriksaan mendalam, terkait apa motif kaburnya tahanan tersebut," katanya Fietra disela-sela inspeksi mendadak bersama Gubernur Sulsel, dan jajaran muspida, Selasa (14/8).
Menurut Fietra, penjelasan dari kajari dan kasipidum sangat dibutuhkan untuk mencermati mengapa peristiwa ini bisa terjadi. Ia menyebutkan, pihaknya tengah mendalami unsur-unsur kelalaian yang melatari kaburnya terdakwa.
"Tunggu hasil pemeriksaan dulu, terkait pemanggilan kajari dan kasipidum tetap akan kami lakukan untuk dimintai penjelasan mengenai kejadian tersebut. Ya memang merekalah yang harus memberi penjelasan," terang Fietra.
Tim penyidik Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, kemarin mulai mengkaji serta menelusuri bentuk pelanggaran dan kelalaian jaksa dan pihak Kejari Makassar terkait kaburnya Andi Mappiwajo (42), sesuai sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (13/8).
“Soal pelanggaran etikanya atau bentuk kelalaian itu bagian pengawasan yang mengkaji,” kata Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sulsel, Sugeng Purnomo didampingi Kasi Humas Kejati Sulsel,  Selasa (14/8).
Dia mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan apapun terkait adanya bentuk pelanggaran dan kelalaian yang dilakukan jaksa dan pihak Kejari Makassar.
“Semua pihak yang bertanggung jawab adanya peristiwa itu sudah dimintai klarifikasi,” katanya.
Pada pagi kemarin, Kajari Makassar Haruna, Kepala Seksi Pidana Umum, Irwan Datuiding dan Kasintel Kejari Makassar Syahrul Juaksha, datang ke kantor Kejati Sulsel.
Ketiga jaksa itu menuju masuk ke ruang Kasi Pidum, Kejati Sulsel Wisnu Baroto. Mereka melakukan pertemuan soal kronologis kaburnya jaksa tersebut.
Nur Alim berkilah, kedatangan para jaksa itu hanya sekadar memberi klarifikasi terkait tahanan kabur tersebut. “Kami tidak ingin berspekulasi soal bentuk sanksi apa yang akan dikenakan untuk ketiga dan jaksa yang menangani kasus itu, kita tunggu saja hasilnya nanti,” kata Sugeng, menambahkan.
Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Polisi Chevy Ahmad Sopari,  mengatakan pihaknya siap membantu kejaksaan mengejar terdakwa. "Jika memang pihak kejaksaan meminta bantuan itu, kami siap membantu. Dari awal tahanan itu kan hasil tangkapan kepolisian jadi kami akan bantu memburunya," terang Chevy.
Sebelumnya dari penjelasan Kepala Seksi Pidana Umum M Irwan Datuiding, menyebutkan saat sidang pembacaan tuntutan usai, terdakwa hendak dibawa ke ruang tahanan kejaksaan kembali oleh JPU Ali Sugiono. Terdakwa kemudian berhasil kabur saat JPU dicegat oleh seorang yang mengaku wartawan dan meminta konfirmasi soal sidang tadi.
Karena sibuk menjawab pertanyaan wartawan tadi, Irwan lupa mengawasi terdakwa, sampai ia berhasil kabur. Andi  Mappiwajo kabur melalui pintu keluar belakang PN Makassar.
Karena pintu tertutup, terdakwa kembali berbaur dengan masyarakat pengunjung sidang dengan cara menanggalkan rompi merah identitas tahanan dari kejaksaan. "Tahanan itu ingin kabur lewat pintu belakang PN, tapi pintu tertutup, dia langsung menanggalkan rompi identitas tahanannya dan berbaur dengan pengunjung sidang. Dia mengelabui petugas dan akhirnya dia berhasil kabur," urai Irwan.

Gubernur Sidak Bandara, Pelabuhan dan Terminal.

Tiga titik pelayanan publik, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Pelabuhan Soekarno Hatta dan Terminal Mallengkeri Makassar,  menjadi target inspeksi mendadak bersama yang digelar, Selasa (14/8). Sidak dipimpin Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Kapolda Irjen Polisi Mudji Waluyo, Ketua DPRD Sulsel HM Roem dan segenap jajaran muspida.
Gubernur dan muspida melakukan pemantauan di sejumlah posko terpadu yang dibangun di titik ini dalam rangka pengamanan jelang dan pasca-Idul Fitri 1433 H.
Rombongan sidak melakukan star di Markas Polda Sulselbar menuju ke titik pertama lokasi sidak yakni di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Dalam sidak Kapolda Sulselbar bersama rombongan sidak Gubernur Syahrul Yasin Limpo memulai memeriksa kesiapan posko terpadu. Gubernur juga menyempatkan berdialog dengan karyawati bagian tiket Lion Air.
Gubernur menayakan banyak hal mengenai harga tiket dan pelayanan terhadap calon penumpang bandara.
Dari bandara, rombongan sidak melanjutkan perjalanan menuju titik lokasi sidak berikutnya yakni Pelabuhan Soekarno Hatta. Di pelabuhan, target sidak sama dengan lokasi pertama di Bandara Hasanuddin yaitu kesiapan posko-posko terpadu yang dibentuk bersama oleh kepolisian dengan pihak Pelindo IV.
Sementara target sidak yang terakhir, rombongan menuju Terminal Mallengkeri Makassar. Di sana tim mengecek kesiapan posko terpadu yang didirikan di area terminal.
Kapolda Sulselbar Irjen Mudji Waluyo disela-sela sidak mengatakan, dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif, pihaknya melakukan pengecekan kesiapan terhadap posko-posko terpadu yang didirikan untuk pengamanan jelang dan pasca-hari raya Idul Fitri 1433 H. "Sidak ini bertujuan meninjau langsung ke lapangan mengecek kesiapan posko-posko pengamanan ketupat lipu yang sudah disiapkan pada area-area pelayanan publik. Posko itu sendiri bertugas melayani masyarakat terkait pengaduan keamanan," katanya.
Dia mengungkapkan personel yang diterjunkan dalam pengamanan jelang Idul Fitri 1433 H ini berjumlah 5.770 yang tergabung dengan anggota Polri-TNI dan ditempatkan di 161 pos pengaman yang telah disediakan.
Kapolda menambahkan, suasana kondusif sudah tampak di bandara. Buktinya, kata dia yakni ditemukan banyak dari pengunjung yang berasal dari luar negeri berada di bandara. "Banyaknya turis yang dilihat di bandara bukti situasi di Sulsel khususnya di Makassar itu aman dan kondusif," imbuh Mudji. (M8-R11-R1/sya)

Share

Comments are now closed for this entry

Login / Registrasi






Forgot login?
Register