Faisal Berpeluang Pimpin KPU Sulsel
di Update oleh ronalyw Kamis, 23 May 2013 00:00
MAKASSAR, BKM -- Ketua KPU Takalar, Faisal Amir, berpeluang memimpin KPU Sulsel periode 2013-2018 setelah ditetapkan menjadi anggota KPU Sulsel oleh KPU pusat, Rabu (22/5) dinihari.
Faisal Amir menempati peringkat pertama dari sepuluh calon anggota KPU Sulsel yang dites KPU pusat pekan lalu. Selain sebagai peringkat pertama, Faisal juga dikenal sosok komisioner yang cukup bersih dan dekat dengan semua elemen.
Faisal Amir juga merupakan satu dari tiga alumni organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII), sementara Misna adalah alumni HMI dan Khaerul Mannan dari Muhammadiyah.
Lima nama yang ditetapkan KPU pusat yakni Faisal Amir, Mardiana Rusli, Muh Iqbal Latief, Khaerul Mannan dan Misna M. Adapun lima calon anggota KPU yang dipasang sebagai cadangan masing-masing Andi Nur Imran, Andi Shaifuddin. Samsu Alam, Wahyuddin dan Muhammad Sabri.
Selain menerbitkan surat keputusan, Ketua KPU pusat, Husni Kamil Manik, juga langsung mengirim undangan pelantikan lima anggota KPU Sulsel ini.
Berdasarkan undangan, pelantikan akan dilaksanakan pada Jumat (24/5), di Hotel Borobudur Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat.
Sekretaris KPU Sulsel, Annas GS, mengakui sudah terbitnya SK 10 calon anggota KPU Sulsel dan undangan bagi lima yang akan bertugas.
"Usai pelantikan akan dilakukan pembekalan terhadap lima calon anggota KPU Sulsel," ujar Annas, kemarin.
Baik Faisal, Mardiana maupun Misna, mengaku, siap menjalankan apa yang menjadi tugas dan kewenangan usai dilantik 24 Mei mendatang.
"Kami ini tentu siap bila diberi amanah seperti saat di Makassar dan Takalar," tutur Misna dan Faisal secara terpisah.
Menurut Misna, dirinya siap menjalankan amanah ini karena ingin membangun kualitas demokrasi yang ada saat ini.
"Kami ingin membuat atau mermperbaiki kapasitas dan profesionalisme yang ada saat ini. Bagaimana KPU daerah bisa mempunyai pandangan yang sama agar visi KPU sebagai penyelenggara pemilu mandiri dan memiliki integritas yang baik," katanya.
Sementara Mardiana yang juga Ketua AJI Sulsel ini, menyatakan, dirinya siap bekerja sepenuh waktu. "Pokoknya, kita siap bekerja sepenuh waktu," ujarnya.
Sementara itu, Moh Sabri AR, calon anggota KPU Sulsel yang berada di urutan 10 tidak mau berkomentar soal penetapan lima anggota KPU Sulsel yang baru. "No comment," ujarnya. (rif/ams/b)
Golkar Sengaja Lakukan Pembiaran
di Update oleh ronalyw Kamis, 23 May 2013 00:00
MAKASSAR, BKM -- Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel HM Roem mengakui masih terjadinya kekisruhan di internal Golkar pasca ditetapkannya pasangan kandidat Walikota dan Wakil Walikota Makassar.
Hal ini karena belum adanya kerja kerja menuju perbaikan hubungan diinternal tersebut.
"Rumah tangga saja biasa kisruh apalagi Parpol yang memang momentumnya sekarang. Tapi semuanya itu ada waktunya panas atau dingin,''ujar HM Roem yang juga Ketua DPRD Sulsel ini.
Soal seruan agar kader Golkar bersatu lagi, mantan Bupati Sinjai dua periode ini mengaku biarlah dulu seperti ini. "Biarlah dulu seperti ini,"ujar Roem.
''Kita harus melihat perkembangan seberapa besar masalahnya,'' jelasnya.
Seperti diketahui DPP Golkar telah mengeluarkan rekomendasi untuk Supomo Guntur- Kadir Halid. Namun penetapan DPP ini tanpa melibatkan DPD I khususnya untuk posisi kandidat Wakil Walikota. Tidak dilibatkannya DPD I kemudian memantik kemarahan Syahrul Yasin Limpo. SYL merasa dilangkahi oleh Supomo menyusul kandidat wakil yang diusulkan ke DPP tanpa melalui konsultasi di DPD I.
Kekisruhan tersebut makin meruncing setelah SYL mengizinkan adik kandungnya Irman Yasin Limpo maju di Pilwali Makassar sebagai kandidat Walikota bersama Busrah Abdullah melalui Partai Amanat Nasional (PAN). (rif/ila/C)



