Galat
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory

Metro Kriminal

Bos Warnet Blazt Dirampok

MAKASSAR, BKM--Denny Boy, bos Warnet Blazt di Jalan Cendrawasih III, bernama Denny Boy, Minggu (19/5) siang dirampok tiga orang pria tak dikenal.
Pelaku perampokan beraksi dengan menggunakan helm standar serta penutup wajah. Saat beraksi perampok menodong korban dengan badik.
Melihat korban tak berdaya, dua pelaku perampokan beraksi dengan mengobrak abrik laci kasir mengambil 15 gram emas, BlackBerry, handphone serta uang tunai Rp 300 ribu.
Denny saat melapor di Polsek Mariso mengungkapkan, pelaku berpura-pura sebagai pelanggan warnet. Mereka berpura-pura mencari teman. Melihat suasana sepi, ketiganya beraksi dengan menodong korban.
Satu pelaku menodong serta dua lainnya menarik kalung emas dari leher korban. Keduanya juga menguras barang berharga milik Denny.
''Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena ditodong badik. Kalau saya berteriak, pelaku akan menikam saya,'' kata korban.
Kapolsek Mariso AKP Amri Yahya mengatakan, pelaku hanya menodong korban. Menurut Amri, aksi perampokan di warnet di siang bolong mulai marak  terjadi. Tiga hari lalu sebuah warnet di Kecamatan Mamajang juga dirampok. Disusul  warnet Blazt di Jalan Cendrawasih III. (jul/cha/B)

 

Razia Geng Motor, 17 Preman Terjaring

MAKASSAR, BKM--Aparat Polsek Mamajang dan anggota Bangkompol (Merpati) melancarkan razia geng motor, Minggu (19/5) sekitar pukul 02.00 Wita.
Razia dilakukan polisi di Jalan Veteran Selatan serta Jalan Cendrawasih. Dalam razia ini, polisi berhasil mengamankan 17 pria yang diduga preman yang kerap mangkal di emperan ruko.
Ke 17 pria yang diamankan masing-masing, Jumardi warga Jalan Daeng Tata, Jemmi warga Jalan Tanjung Alang,  Anto, Nasrul, Ilham, Ikram, Sudirman, Adi,  Edi, Susanto. Pria lainnya adalah Haris, Dedi  warga Jalan Tanggul Patompo, Enal warga Jalan Maccini Sombala, Haswar warga Jembatan Merah dan Hatta warga Jalan Manunggal 22.
Dua dari 17 orang yang diamankan adalah Ayu dan Dahlia warga Jalan Rappoccini. Di depan petugas, para pria tersebut mengakui perbuatannya. Menurutnya, mereka  datang di emparan ruko Cendrawasih mengintai pengendara motor yang melintas. Jika situasi sunyi mereka beraksi dengan mencegat serta memalak pengendara.
Kapolsek Mamajang AKP Agus Khaerul  mengatakan, 17 preman diamankan saat polisi turun melakukan razia geng motor. Sasaran polisi berubah ketika mengetahui kumpulan preman tersebut kerap memalak serta mencegat pengendara. Wakapolsek Mamajang, AKP Yuvensius Pare mengatakan, ada preman yang membawa badik namun tidak tertangkap. Soalnya, saat polisi turun lapangan, para preman tersebut kocar-kacir malarikan diri. (jul/cha/B)

 

Kasus Tenriadjeng Siap Masuk Pengadilan

MAKASSAR, BKM--Kejati Sulsel menyatakan kesiapannya melimpahkan berkas perkara tersangka kasus korupsi penyelewengan dana pendidikan gratis  Palopo 2011.
"Berkas tersangka semuanya sudah rampung dan segera kami akan limpahkan ke pengadilan," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel, Chaerul Amir, Jumat (17/5).
Kasus ini menyeret Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng dan koleganya, Peter Neke Dey sebagai tersangka. Selain UU Tipikor, kedua tersangka juga dijerat UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Tim jaksa menemukan adanya aliran dana milik Tenriadjeng senilai Rp 40 miliar mengalir ke rekening Tenriadjeng. Aliran dana itu dilakukan dalam 260 kali transaksi.
Transaksi, kata Chaerul, dilakukan oleh orang kepercayaan tersangka bernama Mustafa.
Chaerul Amir menimpali, dalam pemeriksaan, Mustafa mengaku uang yang dia transfer ke rekening Peter adalah milik Tenriadjeng.
Sekedar diketahui, Peter diketahui menerima transferan dana berkali-kali dari orang suruhan Tenriadjeng di Palopo melalui rekening BCA.
Menariknya, karena perkiraan awal dana pendidikan gratis  Rp 7 miliar yang diduga mengalir ke rekening Peter, justru nilainya membengkak. Itu diketahui setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memberikan data kepada tim Kejati Sulsel soal aliran dana di rekening Peter.
Saat ini, uang di rekening Peter sudah nihil. Ternyata, uang miliaran rupiah yang sebelumnya tersimpan di rekening tersebut  diketahui  diantar lagi pada seseorang yang memiliki tempat penukaran uang asing di Plaza Atrium Senen Jakarta lantai empat. Temuannya, uang yang ditransfer itu ditukar dengan mata uang asing, dugaannya valas.
Chaerul Amir mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi secara maraton. Dan tidak menutup kemungkinan, kata dia, jumlah tersangka dalam kasus ini akan kembali bertambah.
Tenriadjeng, Peter Nackdi dijerat pasal 2 dan 3 Undang-undang (UU) Nomor 31/1999 yang telah diubah kedalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, kejaksaan juga menerapkan pelanggaran terhadap UU Nomor 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sulsel sudah merencanakan akan menyita empat aset  tidak bergerak bernilai miliaran rupiah milik Tenriadjeng. Dengan penyitaan ini, maka upaya 'memiskinkan'  tersangka korupsi yang dilakukan kejaksaan mulai terealisasi
Chaerul  mengatakan, aset Tenriadjeng yang akan disita tersebut masing-masing lahan serta bangunan  seluas 430 meter persegi yang terletak di Jalan Dahlia Makassar. Aset lainnya adalah sebidang tanah seluas 930 meter persegi di Kecamatan Manggala, Makassar. Harta lainnya adalah sebidang tanah seluas 3.000 meter persegi di Jalan Abdul Razak Kota Parepare dan sebidang lahan seluas 1. 200 meter persegi di dekat Bandara Bua, Kabupaten Luwu. ''Empat aset tak bergerak itu segera kami sita,'' tegas Chaerul. (eka/cha/B)

   

Polisi Sita 3.204 Botol Miras

MAKASSAR, BKM--Aparat Polsek Tamalate Makassar berhasil mengamankan 3204 botol minuman keras berbagai merek dari Toko Ansar milik H. Amir di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate Makassar Jumat (17/5).
Jenis minuman keras (miras) yang berhasil diamankan yakni
miras bermerek Topi Roja 32 dos totalnya 384 boto., Topi roja kecil  9 dos dengan total 108 botol, miras merek Bendi Top 6 dos dengan total 72 botol, Mension House besar 3 dos dengan jumlah 72 botol, Mension House kecil sebanyak 10 dos dengan jumlah total 240 botol, New Nepor = 4 dos dengan total 48 botol, anggur kecil 2 dos jumlah keseluruhan 48 botol Anggur besar 180 dos dengan total 2160 botol sehingga dari keseluruhan jumlah total miras yang berhasil disita berjumlah 3.204 botol
Operasi dipimpin Kapolsek Tamalate, AKP Suaeb Majid bersama 25 orang personil Pamka dan Pamtup. Adapun Barang bukti  miras tersebut di amankan di Polsek Tamalate dan di buatkan surat tanda terima.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes, Endi Sutendi mengatakan, barang bukti semuanya sudah diamankan dan untuk pemilik toko sedang menjalani pemeriksaan. (eka/ril/cha/B)

 

 

Perampok Sandera 2 Pengawai Travel

MAKASSAR, BKM--Dua perampok menggunakan helm standar serta penutup wajah beraksi di Tour Travel di Jalan Anuang, Kamis (16/5) siang. Dalam aksinya, pelaku menyekap dua pegawai travel, Soni (25) dan Rahmat (24).
Sebelum menggasak barang, pelaku perampokan mengikat serta menyumbat mulut kedua karyawan travel itu dengan latbang.
Berhasil melumpuhkan karyawan travel, pelaku langsung mengobrak-abrik kantor seraya mengambil handphone merek Nokia, Samsung serta dompet.
Soni dan Rahmat saat melapor di Polsek Mamajang mengungkapkan, dia  sama sekali tak berkutik karena ditodong badik oleh pelaku. Kedua pelaku, kata Soni, masuk ke dalam travel dengan menggunakan helem.
''Kami ditodong badik. Kemudian tangan diikat serta mulut disumbat. Pelaku kemudian mengobrak abrik laci meja mencari uang serta barang berharga,'' kata Soni.
Usai menjalankan aksinya, kedua pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor.
Kapolsek Mamajang, AKP Agus Khaerul mengatakan, hasil identifikasi di lokasi kejadian, tidak ditemukan ada  kerusakan baik di laci meja serta lemari trave.
''Dugaan sementara, kedua pelaku sudah lama mengintai aktivitas di travel itu. Laporan korban sudah kami terima. Kami sedang menyelidiki kasus ini, untuk mengungkap identitas pelaku perampokan,'' kata Agus. (jul/cha/B)

   

Halaman 1 dari 19

kunjungi : www.rovindo.com

UTAMA

images/stories/gambarheadline410x200pc/0313/27bola.jpg Nyaris Malu LONDON, BKM - Brasil bermain imbang 1-1 ketika ber...

Login / Registrasi






Forgot login?
Register